JALURINFO.COM, SOPPENG – Harapan baru akhirnya menyapa warga Watansoppeng setelah puluhan tahun menghadapi krisis air bersih. Proyek pengeboran air tanah yang dilakukan pemerintah daerah menunjukkan hasil menggembirakan.
Pemantauan di lokasi pengeboran pada Senin (6/4) memperlihatkan momen penuh haru saat mata bor mencapai kedalaman 90 meter. Air jernih tampak muncrat ke permukaan, menjadi sinyal kuat ditemukannya sumber air yang selama ini dinantikan masyarakat.
Meski demikian, proses pengeboran belum dihentikan. Tim teknis memastikan pekerjaan akan terus dilanjutkan guna menjamin keberlanjutan pasokan air.
Pengawas kegiatan, Johan, menegaskan bahwa pengeboran ditargetkan mencapai kedalaman 200 meter.
“Target kami kedalaman 200 meter agar debit air tetap stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyambut capaian ini dengan penuh rasa syukur. Ia menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan prioritas utama pemerintah daerah sebagai jawaban atas kebutuhan mendasar warga.
“Dengan niat pengabdian, mari kita bersama-sama berdoa agar ikhtiar ini dimudahkan hingga tuntas,” ucapnya.
Keberhasilan pengeboran ini diproyeksikan mampu mengakhiri ketergantungan warga terhadap pasokan air yang tidak stabil, terutama saat musim kemarau. Momen ini sekaligus menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan di Bumi Latemmamala.
Rencananya, sumber air tersebut akan diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada puncak perayaan Hari Jadi Soppeng ke-765 yang jatuh pada 8 April 2026.
Kehadiran sumber air ini menjadi hadiah istimewa bagi masyarakat Soppeng, sekaligus menandai langkah besar menuju kemandirian air bersih dan peningkatan kualitas hidup warga.
