JALURINFO.COM, MAKASSAR — Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi lintas kepemimpinan di Kota Makassar.

Didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Munafri—yang akrab disapa Appi—melakukan kunjungan ke sejumlah mantan wali kota. Agenda ini bukan sekadar tradisi Lebaran, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi, bertukar gagasan, dan menyatukan langkah demi keberlanjutan pembangunan kota.

Silaturahmi diawali dengan kunjungan ke kediaman mantan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto. Setelah itu, rombongan melanjutkan sowan ke rumah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Kompleks PDAM Ratulangi, Kecamatan Ujung Pandang, Sabtu (21/3/2026) malam.
Munafri dan Melinda tiba sekitar pukul 20.20 Wita dan disambut hangat oleh IAS bersama sang istri, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham. Pertemuan berlangsung akrab dan penuh nuansa kekeluargaan, mencerminkan semangat Idulfitri sebagai momentum mempererat hubungan antar tokoh.
Dalam pertemuan yang berlangsung hingga pukul 20.54 Wita tersebut, turut dibahas berbagai hal, terutama terkait arah pembangunan Kota Makassar ke depan. Dialog yang terjalin menjadi ruang bertukar pandangan dan pengalaman guna mendorong kemajuan kota serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Usai dari kediaman IAS, Munafri kembali melanjutkan silaturahmi ke rumah mantan Wali Kota Makassar lainnya, Andi Herry Iskandar, di Jalan Sungai Lariang No. 1, Kecamatan Ujung Pandang, sekitar pukul 21.00 Wita.
Rangkaian kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus merawat kebersamaan serta membangun kolaborasi dengan para pemimpin terdahulu.
Munafri menegaskan, silaturahmi Idulfitri tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga hubungan baik dengan para kepala daerah sebelumnya, sekaligus bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Makassar.
“Silaturahmi ini kami lakukan untuk menjaga hubungan baik dengan para kepala daerah sebelumnya,” ujar Munafri.
Menurutnya, tradisi sowan di momen Lebaran tidak hanya bermakna saling memaafkan, tetapi juga penting dalam menjaga kesinambungan komunikasi antar pemimpin lintas generasi.
“Dengan komunikasi yang terus terjaga, kolaborasi lintas kepemimpinan akan semakin solid dalam mendorong kemajuan kota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)
