Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa sistem rudal balistik jarak menengah hipersonik Oreshnik akan mulai bertugas tempur sebelum akhir tahun 2025, bahkan berpotensi dalam hitungan minggu.

Pernyataan itu disampaikan Putin saat rapat dewan tahunan Kementerian Pertahanan Rusia.

Ia menegaskan penyebaran Oreshnik merupakan bagian dari modernisasi militer strategis Moskow di tengah meningkatnya ketegangan global.

Rudal Oreshnik pertama kali diuji coba dalam operasi militer di Ukraina pada November 2024.

Sistem ini diklaim mampu melaju dengan kecepatan lebih dari Mach 10, membawa beberapa hulu ledak yang dapat diarahkan secara independen, serta dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara modern.

Pengumuman tersebut memperkuat sinyal bahwa Rusia terus meningkatkan kapasitas militernya di tengah dinamika negosiasi dan tekanan geopolitik internasional.