JALURINFO.COM, GOWA, – Tiga Puskesmas di Kabupaten Gowa yang merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Gowa dibawah Kepemimpinan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni di bidang kesehatan telah selesai dibangun.

Ketiga Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Samata Somba Opu, Puskesmas Pallangga dan Puskesmas Gentungan Bajeng Barat dan telah diresmikan langsung oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, Jum’at (31/1).

“Ini merupakan Puskesmas yang kita bangun di tahun 2024 kemarin. Ada tiga dengan model yang seperti ini dan Insya Allah tahun 2025 telah dianggarkan untuk Puskesmas Bajeng dan Puskemas Kampili Pallangga,” ungkap Bupati Adnan.

Orang nomor satu di Gowa itu menyebut, ketiganya dibangun berdasarkan jumlah kunjungan yang ingin mendapatkan perawatan semakin meningkat di wilayah tersebut sehingga perlu dilakukan peningkatan kapasitas maupun sarana dan prasarana.

“Penduduk kita terus bertambah, dan banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Sehingga tugas kita sebagai pemerintah yaitu terus meningkatkan fasilitas dan kapasitas dari seluruh pelayanan yang ada salah satunya melalui pembangunan Puskesmas yang kita resmikan hari ini,” tambah Adnan.

Olehnya dirinya berharap keberlanjutan pembangunan bisa terus dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gowa terpilih, dengan menjadikan Puskesmas ini sebagai contoh ataupun model seluruh Puskesmas yang ada, serta semoga Puskesmas tersebut bukan hanya cantik dari sisi fisiknya saja namun pelayanannya juga akan semakin baik dan lebih ditingkatkan lagi di masa yang akan datang.

“Kita berharap dengan keberlanjutan pembangunan yang ada, seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Gowa standarnya akan mengikuti puskesmas ini. Sehingga insyaallah pembangunan selanjutnya akan dilakukan oleh bupati dan wabup terpilih agar pelayanan kesehatan kita semakin baik di masa yang akan datang,” jelas Adnan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg Abdul Haris Usman mengatakan Puskesmas ini merupakan hasil rehabilitasi pembangunan gedung Puskesmas sebagai upaya meningkatkan kepatuhan Puskesmas terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan terwujudnya budaya mutu dan keselamatan pasien dan petugas.

“Waktu pelaksanaan pembangunan gedung ini dilaksanakan sejak tanggal1 Juli hingga 31 Desember 2024 kemarin. Dimana Puskesmas Samata melayani masyarakat Kecamatan Somba Opu yang terdiri dari 6 kelurahan dengan jumlah penduduk sebanyak 62.649 orang, yang didukung tenaga kesehatan 70 orang, sementara Puskesmas Pallangga sebanyak 97.844 orang dengan nakes 104 orang,” katanya.

Lebih lanjut, dalam survei akreditasi yang dilakukan, Puskesmaa Samata maupun Pallangga mendapatkan Akreditasi Paripurna, sehingga kedepan diharapkan kehadiran sarana gedung Puskesmas yang lebih baik ini harus diimbangi dengan mutu layanan yang ramah dan berkualitas, sehingga apa yang diharapkan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa dapat terwujud.

Salah satu masyarakat Somba Opu, Baharuddin mengaku dengan dilakukannya rehabilitasi Puskesmas di daerahnya ini akan semakin memudahkan dirinya mendapatkan pelayanan kesehatan bersama keluarga.

“Tentu sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah karena nantinya kita tidak terlalu berdesak-desakan dengan bangunan yang lebih besar ini. Jadi pelayanan kesehatan yang kita dapat lebih maksimal,” sebutnya.

Pada peresmian ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Forkopimda Kabupaten Gowa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis, para Pimpinan SKPD, Kabag dan Camat Lingkup Pemkab Gowa.(NH)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV