JALURINFO, MAROS – Kepolisian Resor Maros hari ini menggelar upacara pelepasan 11 personel Bintara Polri Orang Asli Papua (OAP) angkatan tahun 2024. Upacara yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Maros ini dipimpin oleh Wakapolres Maros Kompol Ahmad Rosma S.H, dan dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat utama serta staf Polres Maros.

Suasana haru menyelimuti upacara pelepasan ini, menandai berakhirnya masa pendidikan dan penugasan sementara para bintara OAP di Polres Maros.

Wakapolres Maros dalam amanatnya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kinerja para personel selama berada di Polres Maros.

“Selama enam bulan kalian telah berinteraksi, berlatih, dan mengabdi di Polres Maros. Kami melihat semangat dan dedikasi luar biasa dari kalian semua,” ujar Kompol Ahmad Rosma, Kamis (22/5/2025).

Beliau juga menambahkan bahwa momen ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk memberikan kesempatan yang sama kepada putra-putri terbaik Papua untuk bergabung dalam institusi kepolisian.

Ke-11 bintara OAP ini selanjutnya akan kembali ke tanah kelahiran mereka di Papua untuk melaksanakan tugas dan pengabdian sebagai anggota Polri.

Penempatan ini sesuai dengan program afirmasi yang dicanangkan oleh Mabes Polri, bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepolisian dengan masyarakat Papua serta memperkuat peran kepolisian di wilayah tersebut.

“Ini adalah kesempatan emas bagi kalian untuk mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang telah didapat di tanah kelahiran sendiri. Jadilah teladan dan pengayom bagi masyarakat Papua,” pesan Wakapolres.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Maros yang membacakan amanat Kapolres Maros juga memberikan beberapa pesan penting kepada para personel yang akan bertugas di Papua diantaranya,:

  • Jaga nama baik institusi Polri dan nama baik pribadi.
  • Terapkan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas.
  • Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi profesionalisme dan humanisme.
  • Terus belajar dan mengembangkan diri, beradaptasi dengan lingkungan penugasan yang baru.
  • Tanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme didalam diri.

Upacara diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Kapolres Maros kepada masing-masing personel bintara OAP, sebagai bentuk kenang-kenangan dan ucapan selamat jalan.

Diharapkan, mereka dapat menjadi duta-duta terbaik Polri di Papua dan membawa dampak positif bagi kemajuan daerahnya.

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV