JALURINFO.COM, GOWA, – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengukuhkan 70 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2025 di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Jumat (15/8) malam.

Pada kesempatan tersebut dirinya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota. Menurutnya mereka merupakan generasi muda dan orang-orang pilihan yang nantinya akan meneruskan cita-cita bangsa.

“Selamat kepada 70 anggota Paskibraka yang baru saja dikukuhkan. Ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kita semua, dimana tidak semua orang mampu memiliki tekad dan mental yang kuat, mendedikasikan dirinya, berlatih setiap hari untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Mental seperti inilah yang kami harapkan menjadi penerus cita-cita perjuangan bangsa Indonesia khususnya di Kabupaten Gowa di masa mendatang,” ungkapnya.

Dirinya mengaku, pengukuhan ini awal perjuangan para Paskibraka yang tidak boleh berhenti mengabdi kepada daerah. Ia berharap ilmu dan keterampilan yang telah diperolehnya selama menjalani latihan dapat diimplementasikan dalam pengibaran maupun penurunan bendera pada Upacara Detik-detik Proklmasi nanti.

“Semoga putra-putri terbaik yang menjadi kebanggaan Kabupaten Gowa, dapat mengemban amanah dan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, terutama dalam acara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan. Kalian orang-orang pilihan yang menjadi contoh teladan dan saya percaya nantinya akan dapat meneruskan pembangunan di daerah yang kita cintai di Kabupaten Gowa,” harapnya.

Olehnya dirinya mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak yang terkibat khususnya pembina dan para pelatih paskibraka, yang telah membina dan membimbing para anggota dengan semakin baik dan penuh semangat dengan harapan jauh lebih sempurna dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara salah satu anggota Paskibraka, Nur Atika Apriani Bahtiar (16) siswa SMAN 6 Gowa Kecamatan Parangloe mengaku dirinya bersama anggota lainnya telah latihan sebaik mungkin sehingga berharap tidak ada kesalahan dalam upacara pengibaran maupun saat penurunan nanti.

“Alhamdulillah kita sudah latihan selama Agustus ini, semoga pengibaran lancar dan tidak ada kesalahan sebagai buah dari latihan yang kita lakukan hingga saat ini,” harapnya.

Pada pengukuhan ini, Bupati Gowa turut didampingi Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmwangsyah, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Gowaz Suryanti Andy Azis, jajaran Forkopimda Kabupaten Gowa serta para Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.(NH)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV