Menteri Wihaji Apresiasi TP PKK Makassar dan Beri Penghargaan

Praktik Baik TP PKK Makassar Jadi Contoh Nasional dalam Program Prioritas Pembangunan Keluarga

JALURINFO.COM, JAKARTA — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, diundang sebagai narasumber dalam kegiatan Prasara dan Vistara: Program Prioritas Pembangunan Keluarga yang diselenggarakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, di Gedung Halim Kemendukbangga, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Kehadiran Melinda sebagai narasumber merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kiprah aktif TP PKK Kota Makassar dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga di daerah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, saat membuka kegiatan yang dihadiri Tim Penggerak PKK Pusat dan Daerah se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menegaskan pentingnya menghadirkan praktik baik dari daerah sebagai inspirasi bersama.

“Hari ini kita juga akan mendengarkan praktik baik dari beberapa daerah yang aktif dan progresif, dari Ketua TP PKK Makassar, Kabupaten Sambas, Kota Prabumulih, dan Provinsi Jawa Timur. Tentu semua daerah bekerja dengan baik, namun beberapa kami hadirkan sebagai representasi contoh praktik yang bisa direplikasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa delapan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden menjadi arah utama pembangunan nasional. Dalam implementasinya, TP PKK diminta berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan pembangunan keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Wihaji menyerahkan piagam penghargaan kepada Melinda Aksa serta sejumlah narasumber dari provinsi dan kabupaten/kota lainnya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan inovasi yang telah dilakukan.

Peran Strategis dan Inovasi Program

Dalam sesi panel praktik baik, Melinda membawakan materi tentang peran TP PKK Kota Makassar dalam mendukung pembangunan keluarga.

“Saya setuju bahwa keluarga adalah kelompok terkecil dari suatu bangsa. Jadi apabila kita dapat mengurusi keluarga dengan baik, tentu bangsa kita akan menjadi bangsa yang hebat seperti cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia menegaskan TP PKK Kota Makassar terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, termasuk dalam mendukung implementasi program Bangga Kencana serta mendorong perubahan perilaku keluarga melalui pendampingan berkelanjutan.

Melinda juga memaparkan inovasi DPPKB Kota Makassar, yakni MASIGA (Manajemen Sistem Informasi Keluarga) dan SIKE’DE (Sistem Informasi Kinerja KB).

“Data yang ada pada aplikasi tersebut diolah dengan baik sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam membuat program agar tepat sasaran. Lengkap, ada indeks kemandirian, ketenteraman, kebahagiaan, dan lainnya,” jelasnya.

GENTING, GATI, hingga TAMASYA

Dalam implementasi program prioritas, TP PKK Makassar aktif menyosialisasikan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta menghadirkan Rumah Gizi yang bersinergi dengan sektor swasta untuk pendistribusian makanan tambahan bagi anak berisiko stunting.

Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), PKK Kota Makassar juga mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, termasuk kebijakan pengantaran anak di hari pertama sekolah.

Selain itu, Pemerintah Kota Makassar bersama TP PKK berencana menghadirkan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di lingkungan kantor sebagai solusi penitipan anak bagi pegawai.

Pada sektor pemberdayaan lansia, di 15 kecamatan telah terbentuk Sekolah Lansia yang aktif dan mandiri serta bekerja sama dengan pihak swasta guna mewujudkan lansia yang sehat, produktif, dan berdaya.

Sementara dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, PKK Kota Makassar telah mendampingi 153 UMKM di 153 kelurahan melalui edukasi literasi keuangan, pembinaan UP2K, pembentukan koperasi PKK, hingga fasilitasi pameran UMKM.

Di akhir paparannya, Melinda Aksa menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kader, mereplikasi praktik baik, serta meningkatkan sinergi dengan perangkat daerah dan kementerian guna mendukung pembangunan keluarga yang berkelanjutan. (*)