JALURINFO.COM, MAROS,-Yayasan Hadji Kalla salurkan bantuan sound sistem di masjid pondok pesantren Ulumul Quran DDI Hasanuddin Maros, Sabtu 27 Juli 2024.

Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pelaksanaan pelatihan cara pemasangan sound sistem.

Acara langsung dibuka oleh salah seorang teknisi dari Yayasan Hadji Kalla, Iswan.

Pada kesempatan itu Iswan menyatakan bahwa bantuan tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2015 dan telah disalurkan kepada lebih dari 1800 masjid dan Pondok Pesantren di Sulawesi.

Iswan mengatakan bahwa Ide bantuan sound sistem ini bermula sekitar tahun 2015 ketika Owner Kalla Group, Bapak H. Jusuf Kalla melewati sebuah masjid di Kabupaten Barru yang mendengar suara sound sistemnya yang kurang bagus .

Dari situlah lahirlah ide program bantuan sound sistem masjid tersebut mulai dicanangkan hingga sekarang.

Iswan mengungkapkan bahwa awalnya Yayasan Hadji Kalla memberikan bantuan sound sistem sekaligus pemasangan langsung dilakukan oleh teknisi dari Yayasan Hadji Kalla.

Ide kemudian berkembang untuk memberikan pelatihan langsung kepada penerima bantuan.

Pada pelatihan tersebut Iswan selaku teknisi menerangkan bahwa sangat penting memahami prinsip dasar dalam pemasangan sound sistem karena akan berpengaruh usia maupun ketahanan alat.

Pada kesempatan yang sama, Mukhlis selaku teknisi senior mengungkapkan hal yang senada.

“Kita harus mengetahui cara instalasi sound sistem yang benar, tidak boleh berprinsip yang pentung bunyi karena bisa merusak alat “, ungkapnya.

Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan masjid dan pondok pesantren sebagai penerima bantuan sound sistem.

Salah seorang peserta pelatihan sekaligus penerima bantuan, Amirullah dari Ponpes Annur Tompobulu Maros sangat berterima kasih kepada Yayasan Hadji Kalla.

“Sangat membantu sekali soalnya bukan cuma dapat sound sistem tapi bisa juga langsung praktek disini cara pemasangan instalasi yang baik dan benar”. ungkapnya.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan langsung kepada 6 perwakilan masjid dan pondok pesantren yakni Ponpes Annur Tompobulu, Ponpes Ulumul Quran, Ponpes Immim dan 3 perwakilan masjid lainnya. (*)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV