JALURINFO.COM, MAKASSAR — Suasana di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Ujung Pandang Baru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar mendadak mencekam setelah warga menemukan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di dalam got, tepat di samping Puskesmas Ujung Pandang Baru, Jumat (20/6/2025) sekitar pukul 10.45 WITA.

Seorang saksi mata, Djafar, warga Jalan Ir. Juanda, mengungkapkan bahwa ia awalnya melihat kerumunan warga di lokasi kejadian. Saat mendekat, ia menyaksikan jasad seorang pria dalam posisi terlentang di dalam got. Tanpa menunggu lama, ia segera melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Tallo.

Saksi lain, Syarif, yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, juga menyampaikan hal serupa. Ia kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, tim piket terpadu Polsek Tallo yang dipimpin KA SPK Aiptu Luther Payung tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 11.00 WITA dan langsung melakukan pengamanan area. Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, bersama Kanit Reskrim Polsek Tallo, Iptu Saiful Basir, juga turut hadir di TKP dan memimpin langsung proses awal penyelidikan.

Sekitar pukul 11.35 WITA, Tim Inafis Polrestabes Makassar melakukan identifikasi awal terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka robek pada bagian dagu korban yang diduga akibat benturan saat terjatuh ke dalam got.

Selanjutnya, sekitar pukul 13.30 WITA, tim dari Biddokkes Polda Sulsel yang dipimpin Ipda Sultan tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah dimasukkan ke dalam kantong mayat dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk keperluan autopsi sekitar pukul 13.50 WITA.

Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, meminta masyarakat agar tidak menyebarkan asumsi atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menangani kasus ini secara profesional dan terbuka.

Sementara itu, Kanit Reskrim Iptu Saiful Basir, mengimbau warga untuk tetap waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan kejadian yang mencurigakan.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum diketahui dan penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kematian pria tersebut.

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV