JALURINFO.COM, GOWA, – Kabupaten Gowa berhasil masuk ke tahap verifikasi lanjutan penilaian Kabupaten Kota Sehat (KKA) Tingkat Nasional Tahun 2025. Proses verifikasi ini dilaksanakan secara virtual, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Kamis (7/8).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan, Kabupaten Gowa terus berkomitmen mewujudkan daerah yang sehat, aman dan nyaman. Sehingga melalui penilaian KKS kali ini pihaknya optimis Gowa mampu kembali meraih predikat tertinggi yakni Swasti Saba Wistara.

“Kabupaten Gowa sejak 2015 telah ikut berpartisipasi dalam KKS ini, bahkan telah meraih Wistara sebanyak dua kali, yang diharapkan dengan kelengkapan 9 tatanan yang menjadi indikator penilaian mampu mengantarkan Gowa raih Swasti Saba Wistara,” katanya.

Ia menjelaskan, adapun sembilan tatanan yang menjadi lokus atau indikator yakni tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri, tatanan permukiman dan fasilitas umum, tatanan satuan pendidikan, tatanan pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalin, perlindungan sosial, dan pecegahan penanganan bencana.

“Presentase capaian pada sembilan tatanan ini telah diatas 90 persen. Semoga melalui penilaian ini Gowa berhasil ke tahap selanjutnya yang berdampak terhadap peningkatan kesejahterana dengan kondisi daerah yang bersih aman dan nyaman bagi wilayah Kabupaten Gowa,” harapnya.

Sementara, Wakil Ketua Tim Verifikasi Pusat, Adam Udi Velianto mengapresiasi jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa karena berhasil sampai ke tahap berifikais lanjutan ini.

“Kami tentu mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Gowa karena berhasil sampai ke tahap verifikasi lanjutan. Terlebih Gowa sejak 2015 telah ikut berpartisipasi dan bahkan meraih wistara dua kali berturut-turut,” katanya.

Dirinya mengaku dari capaian presentase, Kabupaten Gowa telah diatas capaian nasional, hanya saja ada beberapa indikator yang harus dilengkapi dan diperbaiki dalam waktu paling lama 2 hari.

“Sudah mencapai rata-rata diatas nasional, segera setelah verifikasi ini untuk mengaupload perbaikan di aplikasi SIPANTAS (Sistem Informasi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat) paling lama 2 X 24 jam sesuai dengan rekomendasi dari tim yang tertera,” jelasnya.

Pada penilaian ini turut diikuti beberapa Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa, Camat dan Tim Kabupaten Kota Sehat Kabupaten Gowa. (NH)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV