JALURINFO.COM, MAKASSAR — Kasus penganiayaan berat yang dipicu oleh sengketa keluarga berhasil diungkap oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel).

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Sulsel pada Selasa (8/7/2025), pihak kepolisian mengungkap detail kejadian yang menimpa seorang warga Kabupaten Gowa.

Konferensi pers tersebut dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono, didampingi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, serta Kapolres Gowa, AKBP Muh. Aldy Sulaiman.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan bahwa peristiwa penembakan terjadi di Dusun Je’netallasa, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, pada Rabu dini hari (26/6/2025) sekitar pukul 00.30 WITA.

Korban berinisial H (35), seorang perangkat desa, ditembak dari jarak dekat oleh tersangka N (42), yang diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan tinggal di kawasan yang sama.

“Motif yang mendasari aksi ini adalah dendam pribadi, berkaitan dengan ketidakpuasan tersangka terhadap pembagian tanah warisan dari pihak mertua.

Tersangka merasa diperlakukan tidak adil karena korban, yang merupakan iparnya, memperoleh bagian lebih besar,” jelas Didik.

Tersangka menggunakan senapan angin Sharp Tiger kaliber 4,5 mm untuk melancarkan aksinya.

Saat kejadian, korban tengah berjalan kaki pulang dari rumah tetangga sebelum ditembak dari jarak sekitar empat meter. Akibatnya, korban mengalami luka serius di area ketiak kanan dan harus menjalani tindakan medis serta operasi.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku, di antaranya satu unit senapan angin, satu proyektil kaliber 4,5 mm, sebuah handphone, dan sebilah badik.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Ancaman hukuman maksimal dalam pasal ini adalah lima tahun penjara.

Polda Sulsel kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan secara kekerasan dan menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan konflik, terutama yang bersifat internal keluarga.

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV