JALURINFO.COM, MAKASSAR – Pada Kamis, 22 Mei 2025, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gowa turut ambil bagian dalam ajang Pameran Warna Budaya yang digelar di Kawasan Benteng Rotterdam, Kota Makassar, mulai 22 hingga 23 Mei 2025.

Pameran ini mengusung tema “Mewarnai Nusantara Dengan Budaya” dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming; Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha; serta Ketua Umum Seruni, Tri Tito Karnavian.

Ketua Dekranasda Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya pada pameran ini bertujuan untuk mempromosikan berbagai produk kerajinan tangan unggulan dari pengrajin lokal Gowa. Produk yang ditampilkan di antaranya sarung tenun sutera cora’ labba, tas anyaman bambu dan rotan, tas rajut, serta pakaian berbahan tenun sutera.

“Partisipasi ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga sebagai bentuk nyata dukungan terhadap para pengrajin serta pelestarian budaya,” ujarnya dalam pembukaan kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa pameran ini menjadi momentum penting untuk mendorong pengembangan industri kerajinan di Gowa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Termasuk sebagai upaya Dekranasda dalam menjaga keberlanjutan bahan baku lokal,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengrajin, dan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya dan penguatan ekonomi kreatif daerah.

“Dekranasda Gowa tentunya akan siap terus berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan industri kerajinan yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional, hingga internasional,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, menyampaikan apresiasinya terhadap keragaman produk kerajinan yang ditampilkan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

“Kami juga kagum dengan banyaknya aneka ragam kekayaan budaya, dan juga kuliner khas dari Sulawesi Selatan,” ujar istri Wakil Presiden RI tersebut.

Ia menegaskan bahwa pameran ini merupakan bentuk komitmen Dekranasda dalam mendorong pemberdayaan UMKM dan memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor kerajinan.

Dalam kesempatan itu, Selvi juga mengunjungi stand pameran milik Dekranasda Kabupaten Gowa, melihat langsung hasil karya pengrajin lokal Gowa. (FZ)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV