JALURINFO.COM, MAKASSAR,- Bupati Luwu Timur, H. Budiman didampingi Anggota DPRD Lutim, Najamuddin dan Munir Razak, serta Sekretaris Daerah, H. Bahri Suli beserta beberapa kepala OPD melakukan Kunjungan Kerja sekaligus silaturahmi ke Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (30/04/2024).

Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Agus Salim, SH, MH. didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Dr. Yadyn Palembangan, di ruang kerja Kajati Sulsel.

Kunker sekaligus silaturahmi Bupati Luwu Timur beserta Jajaran tersebut dalam rangka mempererat silaturahmi yang sudah terjalin dengan baik antara Kejaksaan Tinggi Sulsel dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Kepada Kajati Sulsel, Bupati Budiman meminta arahan dan masukan terutama di bidang hukum agar Pemerintahan Luwu Timur ke depan berjalan baik sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Selaku kepala daerah, saya berharap Kajati Sulsel untuk tetap menjadi lembaga yang dapat memberikan saran atau masukan bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur,” ujar Bupati.

Budiman juga mengucapkan terima kasih kepada Kejati Sulsel melalui Kejari Luwu Timur yang telah melakukan pendampingan hukum yang diberikan kepada pemerintah daerah dalam mengawasi penggunaan anggaran pemerintah.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kesediaan Kajati Sulsel, bapak Agus Salim yang telah menerima kunjungan kami hari ini. Semoga dengan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah semakin baik,” tutup Bupati.

Sementara Kajati Sulsel, Agus Salim menyambut baik kedatangan Bupati Luwu Timur beserta jajarannya guna dapat menjalin silaturahmi untuk membangun sinergitas dengan harapan agar pemerintah di Kabupaten Luwu Timur dapat melaksanakan tupoksinya sesuai dengan azas-azas umum pemerintahan yang baik dan meminimalisir adanya kemungkinan penyimpangan.

Kajati Sulsel merespon baik apa yang disampaikan Bupati dalam hal untuk memberikan pendampingan hukum dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah.

“Olehnya itu, jika nanti ada pekerjaan yang menyimpang dari hukum, pihak kejaksaan siap membantu memberikan bimbingan untuk saling berkonsultasi,“ kata Kajati Sulsel.

Selanjutnya, Kajati Sulsel mengharapkan agar Bupati Luwu Timur dapat membangun Kerjasama dan komunikasi yang baik dengan Kajari Luwu Timur.

“Koordinasi tetap terus ditingkatkan guna mewujudkan sinergitas dalam menjalankan tugas,“ pungkas Agus Salim. (is/prokopim/ikp-humas/kominfo-sp)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV