MALILI, JALURINFO.COM- Kabupaten Luwu Timur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-21 pada Jumat, 3 Mei 2024.

Peringatan ulang tahun daerah berjuluk Bumi Batara Guru itu mengangkat tema “Maju Bersama Membangun Desa, Menguatkan Demokrasi”.

Puncak peringatan HUT Lutim dilakukan melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Luwu Timur di Kota Malili, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Lutim Aripin.

Di usianya yang mulai memasuki dekade ketiga ini, tidak sedikit pihak yang menaruh harapan besar terhadap Luwu Timur, salah satunya dari organisasi paguyuban Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR).

Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Provinsi Sulawesi Selatan Ir Hasbi Syamsu Ali mengatakan bahwa sudah saatnya Luwu Timur menjadi lokomotif pembangunan di wilayah Teluk Bone.

“Lutim ini sudah saatnya menjadi lokomotif pembangunan di Teluk Bone, terutama karena memiliki posisi geografis yang starategis dan potensi sumber daya alam yang sangat melimpah,,” ungkap Hasbi.

Menurut Hasbi, dengan semua keunggulan yang dimilikinya, Kabupaten Luwu Timur seyogyanya hanya bisa dikomparasikan dengan daerah-daerah di Pulau Jawa.

“Komparasi Luwu Timur seharusnya adalah dengan daerah-daerah lain di Pulau Jawa, bukan dengan kabupaten lain di Luwu Raya atau di Sulsel,” jelas dia.

Dengan begitu, kata Hasbi, Luwu Timur bisa lebih terpacu melakukan lompatan-lompatan pembangunan sehingga bisa lebih baik dari yang sudah dicapai saat ini.

“Betul bahwa Lutim saat ini sudah cukup baik. Tetapi sesungguhnya daerah ini bisa jauh lebih maju jika mau melakukan terobosan-terobosan berani untuk mengoptimalkan semua potensi ekonomi yang dimilikinya,” tambah Hasbi yang juga Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil Unhas (IKATSI) itu.

Karenanya, Hasbi berharap Kabupaten yang saat ini dipimpin oleh Bupati Budiman itu bisa terus berinovasi membuka peluang-peluang investasi baru yang bisa mensejahterakan masyarakat.

“Selain tambang, tentu masih banyak peluang investasi lain di daerah Lutim yang bisa dikembangkan. Untuk ini perlu keterbukaan untuk bisa memancing investor, membuka usaha, lapangan kerja dan tentunya peluang bisnis baru bagi rakyat,” pungkasnya.

Selain Hasbi, rombongan KKLR yang turut hadir pada peringatan HUT Lutim ke-21 kali ini adalah Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, Wakil Ketua BPP KKLR Abdul Talib Mustafa, Wakil Ketua OK BPP KKLR Baharuddin Solongi dan Adil Mubarak.*

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV