JALURINFO, GOWA – Aksi premanisme yang dilakukan seorang pemuda BH (21) di jalan Dusun Cambaya Desa Julukanaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, Rabu malam sekitar jam 23.30 Wita (21/5/2025) membuat dirinya harus berurusan dengan aparat kepolisian.

BH (21) terpaksa digelandang ke kantor polisi oleh Tim Black Horse unit Reskrim Polsek Pallangga yang dipimpin oleh Kanit Reskrim, Ipda Syamsuar, SH saat lelaki BH tengah mengamuk di jalanan sambil mengayun-ayunkan sebilah parang.

Polisi juga menemukan sebilah Badik yang terselip dipinggang lelaki BH saat dirinya digeledah.

Menurut keterangan warga di sekitar tempat kejadian, lelaki BH melakukan aksi tersebut karena berada dalam pengaruh minuman keras.

Kanit Reskrim Polsek Pallangga Ipda Syamsuar, SH yang ditemui seorang Jurnalis dari media online mengatakan bahwa setelah pihaknya mendapat informasi terkait tentang seorang warga yang mengamuk di Dusun Cambaya Desa Julukanaya, ia langsung bergerak bersama Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Pallangga, Bhabinkamtibmas Desa Julukanaya dan Unit SPKT Polsek Pallangga menuju lokasi kejadian.

“Setelah Kami mendapat informasi bahwa ada orang mabuk yang mengamuk dan membawa parang di Dusun Cambaya, Kami bersama Tim Black Horse, Bhabinkamtibmas serta Kanit SPKT, langsung menuju TKP dan alhamdulillah Kami berhasil mengamankan seorang lelaki inisial BH berikut barang bukti yaitu sebilah parang dan sebilah badik,” ujar Syamsuar kepada wartawan, Kamis (22/5/2025).

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, lelaki BH kini mendekam di rutan Mapolsek Pallangga dan diancam dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 tentang kepemilikan dan penggunaan senjata tajam dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV