JALURINFO.COM, GOWA, – Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, memanfaatkan momentum Peringatan Ke-117 Tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) untuk mengajak seluruh elemen masyarakat, agar lebih adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendorong kemajuan daerah.

Hal tersebut disampaikan Wabup usai mengikuti Upacara Peringatan Harkitnas Tingkat Kabupaten Gowa di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Selasa (20/5).

Menurutnya, semangat kebangkitan nasional yang digagas lebih dari satu abad lalu harus terus dihidupkan dalam bentuk nyata yang relevan dengan tantangan masa kini.

“Kalau dulu kebangkitan nasional dimulai dari semangat persatuan dan pendidikan, sekarang kebangkitan kita harus dimaknai sebagai kesiapan menghadapi era digital. Terutama bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Darmawangsyah.

Ia menekankan bahwa digitalisasi adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan bertanggung jawab. Bukan hanya soal penggunaan media sosial, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat dalam mengakses informasi, membangun usaha berbasis digital, hingga mempermudah pelayanan publik.

“Generasi muda Gowa harus mengambil peran sebagai pelaku utama di era digital ini. Jangan hanya jadi penonton. Harus jadi inovator, kreator konten, pelaku UMKM digital, bahkan pembuat perubahan positif di komunitas masing-masing,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa berkomitmen mendukung visi nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Termasuk menyukseskan Asta Cita yaitu delapan program pembangunan prioritas nasional, seperti pengentasan kemiskinan, program makan bergizi gratis, serta pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan.

“Transformasi digital juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Pemkab Gowa siap menjadi bagian dari kerja besar ini, terutama dalam mendorong pelayanan publik berbasis digital, menumbuhkan ekonomi kerakyatan, dan mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan,” ujarnya.

Dalam penutup pesannya, Darmawangsyah mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan komunitas untuk menjadikan momen Harkitnas sebagai titik tolak memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan memberdayakan.

“Kebangkitan di era ini adalah kebangkitan kolaboratif. Kita harus bersatu, bekerja sama, dan berpikir ke depan, agar Gowa tidak hanya sekadar mengikuti perkembangan zaman, tapi juga ikut berkontribusi di dalamnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa Peringatan Harkitnas tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen lintas sektor dalam menyongsong arah pembangunan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui momen ini, kami ingin menegaskan bahwa Gowa siap mendukung penuh visi Indonesia Emas dan program prioritas nasional. Teknologi harus menjadi alat pemersatu dan percepatan kemajuan, bukan sekadar simbol modernisasi,” tandasnya.

Upacara yang mengusung tema “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat” ini turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kabupaten Gowa, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis dan para pimpinan SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.

Usai pelaksanaan upacara, Wakil Bupati Gowa didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa dan para pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa melakukan ziarah makam pahlawan nasional, Sultan Hasanuddin.(PS)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV