JALURINFO.COM, GOWA,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Gowa bekerjasama dengan USAID Erat dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa terus mendorong peningkatan kualitas layanan Sahabat LAPOR! dalam Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!).

Salah satunya melalui peningkatan kinerja jajaran Sahabat LAPOR! yang didorong agar menjadi agen perubahan dalam sistem pelayanan publik di Kabupaten Gowa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter mengatakan, SP4N LAPOR! adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia melalui platform pengaduan. Dimana bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memberikan akses bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, saran dan aspirasi secara langsung kepada instansi pemerintah.

“SP4N LAPOR! bersama dengan Sahabat LAPOR! bukan lagi sekedar sebuah platform tetapi sebuah inovasi yang telah melangkah lebih jauh untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam memajukan Kabupaten Gowa menuju arah yang lebih baik,” katanya saat membuka kegiatan Lokakarya Peningkatan Kolaborasi Sahabat LAPOR! dengan Kelompok Masyarakat, Perempuan, Pemuda, dan Penyandang Disabilitas dalam Upaya Perluasan Pemanfaatan SP4N-LAPOR! di Kabupaten Gowa yang berlangsung di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Rabu (4/9).

Menurutnya, Sahabat LAPOR! adalah ujung tombak dalam penerimaan, penanganan dan penyampaian kembali pengaduan masyarakat atas pelayanan publik di wilayah kecamatan di Kabupaten Gowa. Selain itu, Sahabat LAPOR! juga memiliki peran strategis dalam memastikan efektivitas penggunaan SP4N LAPOR! di Kabupaten Gowa yaitu sebagai penyuluh, fasilitator, pemantau, dan informan yang menjembatani masyarakat dan pemerintah demi terwujudnya pelayanan publik yang efektif dan efisien.

“Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam Lokakarya ini, saya yakin Sahabat LAPOR! akan menjadi agen perubahan yang efektif dalam peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Sementara, Senior Technical Component Lead USAID ERAT, Ihsan Haeruddin mengatakan tujuan dari USAID Erat adalah meningkatkan manfaat yang diterima oleh masyarakat dari pelaksanaan kebijakan badan publik di daerah.

“Tugas kami ini membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan manfaatnya kepada masyarakat melalui implementasi kebijakan dan pelayanan publik,” ungkapnya.

LAPOR! menjadi sangat penting bagi pihaknya, karena merupakan salah satu channel bagaimana masyarakat bisa menyampaikan keluhannya ataupun juga aspirasinya kepada pemerintah daerah walaupun melalui satu sistem yang sifatnya nasional.

“Sistem yang dibuat oleh pemerintah secara nasional ini penting, karena sekarang ini kita memasuki era digital dimana agregasi itu menjadi sangat penting. Olehnya itu instrumen apapun di daerah yang sifatnya bisa membantu Pemda untuk mendapatkan informasi apa sebenarnya yang diinginkan masyarakat itu kami dukung,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kominfo SP Kabupaten Gowa, Widiah Restuti Hasan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Sahabat LAPOR! dalam membangun kolaborasi dengan kelompok masyarakat, pemuda, dan disabilitas dalam pemanfaatan SP4N-LAPOR!.

“Jadi Lokakarya ini selain untuk membangun kolaborasi dari berbagai pihak, juga untuk meningkatkan kemampuan Sahabat LAPOR! dalam membangun kesadaran kelompok masyarakat, pemuda, dan disabilitas menyampaikan aduannya,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti 49 orang peserta berasal dari Sahabat LAPOR! 18 kecamatan, perwakilan admin SKPD Lingkup Pemkab Gowa, perwakilan kelompok perempuan, kelompok pemuda dan kelompok penyandang disabilitas.

Lokakarya inipun turut dihadiri langsung Sekretaris Deputi Bidang Pelayanan Publik, KemenPANRB, Akik Dwi Suharto beserta Tim dari Admin Nasional KemenPANRB, Tim dari Kemendagri dan USAID Indonesia.(VH)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV