JALURINFO.COM, GOWA, – Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Gerakan Pramuka Kwarcab Gowa meneguhkan komitmen Tri Satya sebagai bentuk
penguatan semangat pengabdian anggota Gerakan Pramuka.

Peneguhan komitmen ini dilaksanakan pada kegiatan Ulang Janji Pramuka sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Pramuka Ke-64 di Halaman Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (13/8) malam dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gowa sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Waka Mabicab) Gerakan Pramuka Kwarcab Gowa, Darmawangsyah Muin.

“Ulang Janji ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap Tri Satya dan nilai-nilai kepramukaan yang selama ini menjadi pedoman pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara kita,” ungkap Darmawangsyah.

Dalam arahannya, Darmawangsyah yang baru saja meraih Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa II ini mengajak seluruh peserta untuk memperkuat tekad dan mengamalkan janji Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, renungan perjalanan perjuangan dan pengabdian anggota Pramuka harus menjadi sumber semangat untuk melanjutkan karya nyata di tengah masyarakat.

“Adik-adik dan kakak-kakak sekalian, setelah kita merenungkan perjalanan perjuangan dan pengabdian kita, marilah kita bulatkan tekad dan kobarkan semangat untuk melanjutkan pengabdian tersebut demi tercapainya cita-cita bangsa masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Pada momen inti, seluruh peserta diarahkan untuk memegang bendera Merah Putih yang disampirkan di pundak dan melingkar di leher masing-masing. Wakil Bupati menjelaskan bahwa simbol tersebut mengandung pesan mendalam tentang tanggung jawab yang melekat pada setiap anggota Pramuka.

“Peganglah dengan tangan kanan dan letakkan di dada kiri. Ini sebagai lambang bahwa selama jantung kita berdetak, kita akan selalu ingat bahwa di pundak ini melekat tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan janji Pramuka Indonesia, yaitu Tri Satya,” lanjutnya.

Setelah itu, pembacaan Tri Satya dilakukan secara bersama-sama dan dipandu langsung oleh Wakil Bupati sebagai bentuk peneguhan komitmen bersama seluruh anggota Pramuka di Kabupaten Gowa.

Upacara Ulang Janji merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Hari Pramuka yang jatuh pada 14 Agustus. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana mengulang pengucapan janji, tetapi juga sebagai refleksi diri, penguatan semangat persaudaraan, dan pembaruan tekad untuk mengabdi dengan penuh keikhlasan.

“Melalui kegiatan ini, kita sama-sama berharap semangat kepramukaan terus hidup di dada setiap anggotanya, mendorong mereka untuk menjadi pandu muda yang tangguh, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” pungkas Wakil Bupati.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa selaku Pembina Satuan Karya, Andalan Pramuka Kwarcab Gowa, anggota Pramuka Penegak, Pandega, hingga anggota dewasa dari berbagai gugus depan di Kabupaten Gowa.(FZ)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV