JALURINFO.COM, BULUKUMBA, – Sejak selesai terbangun, kini Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bentenge mulai beroperasi untuk aktifitas jual beli ikan bagi para pedagang dan pembeli. Pengoperasian fasilitas bangunan baru ini, dimulai oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba sejak Minggu 2 Februari 2025.
 
Bersamaan dengan itu, aktifitas penjualan ikan yang selama ini dilakukan setiap pagi di Labuang Korong sudah dilarang. Para penjual di Labuang Korong dipindahkan ke TPI Bentenge.

Sebelumnya sejak beberapa hari lalu, pihak Dinas Perikanan bersama Satpol PP dan Damkar melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kepada para penjual ikan di Labuang Korong untuk tidak lagi beraktifitas menjual ikan di sepanjang jalan itu.
 
Dengan pelarangan aktifitas di jual beli ikan di Labuang Korong, warga Bulukumba diimbau untuk datang ke TPI Bentenge yang fasilitasnya lebih bagus dan berdekatan dengan kolam labuh.
 
Salah seorang penjual ikan dari Labuang Korong, Sitti Fatimah mengapresiasi dan sangat senang dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah. Ia mengaku di hari pertama menjual di TPI Bentenge, ikannya banyak terjual. Dirinya pun berharap ke depan, TPI Bentenge semakin ramai dengan aktifitas jual beli ikan.
 
“Alhamdulillah, senang menjual di sini (TPI Bentenge) karena sudah berteduh, airnya juga lancar,” ungkapnya.
 
Warga atas nama Risna Adriani yang datang membeli ikan di TPI Bentenge memuji fasilitas pelelangan ikan yang baru saja dibangun oleh Pemda Bulukumba. Menurutnya sebagai warga, ia sangat dimudahkan mendapatkan ikan segar.
 
“Tempatnya bagus, lebih luas dan lebih lapang bagi penjual dan pembeli. Pokoknya kita nyaman memilih ikan di sini,” ungkapnya.
 
Diketahui Pemerintah Kabupaten Bulukumba ke depan terus berupaya meningkatkan sektor kelautan dan perikanan melalui pembangunan kolam labuh yang dirancang sebagai pusat kegiatan terpadu atau one-stop business.
 
Kawasan yang terletak di pesisir Kelurahan Bentenge Kecamatan Ujungbulu ini disiapkan untuk menjadi tempat di mana seluruh kebutuhan nelayan, baik sebelum maupun setelah melaut, dapat terpenuhi dalam satu lokasi.
  
Seperti halnya swalayan yang menyediakan segala kebutuhan rumah tangga dalam satu tempat, kolam labuh ini akan melayani segala kebutuhan nelayan dalam berbagai aspek. Mulai dari BBM, es balok, dan es curah yang sangat diperlukan untuk menjaga kualitas ikan selama melaut, hingga toko kelontong yang menyediakan kebutuhan sehari-hari nelayan seperti makanan, dan minuman.

Menurut Kabid Pengawasan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan, Fachry Amal, dengan adanya TPI, proses jual beli ikan bisa lebih terbuka dan nelayan bisa mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
 
Lebih lanjut Fachry menjelaskan bahwa, kawasan ini juga sudah dilengkapi sentra kuliner serba ikan yang akan menjadi daya tarik baru.
 
“Di sini, pengunjung nantinya bisa menikmati berbagai olahan ikan segar hasil tangkapan nelayan, baik yang dibakar, dipindang, atau diolah dalam bentuk lain,” ungkapnya.

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV