JALURINFO.COM, GOWA, – Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin secara resmi membuka Festival Merah Putih 2025 yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Lapangan Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Kamis (7/8).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Darmawangsyah menyampaikan apresiasi tinggi kepada para panitia dan penggagas kegiatan, khususnya anak-anak muda kreatif yang tergabung dalam Paccalayya Management.

Ia menyebut, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan positif ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah daerah.

“Saya mengapresiasi kerja luar biasa anak-anak muda kita di Gowa, khususnya Paccalayya Management. Ini adalah role model yang patut dicontoh, tampil di depan sebagai pelopor sekaligus mendukung program-program Pemkab Gowa. Saya berharap kegiatan ini menjadi pilot project yang berkelanjutan, bukan hanya seremonial, tetapi juga mendorong pengembangan kreativitas generasi muda,” ujar Darmawangsyah yang akrab disapa DM.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya momentum HUT Ke-80 RI sebagai ajang menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, serta menghargai makna kemerdekaan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM lokal. Saya berharap ini dapat menjadi ajang untuk meningkatkan mutu produk lokal agar mampu bersaing, tidak hanya di Sulawesi Selatan, tapi juga di tingkat nasional,” tambahnya.

Tak lupa, Wakil Bupati Gowa juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama pelaksanaan festival. Ia meminta seluruh panitia dan petugas kebersihan agar memastikan area RTH tetap bersih dan bebas dari sampah.

“Setiap kegiatan di RTH Syekh Yusuf harus selesai dalam kondisi bersih. Jangan ada sampah yang berserakan. Ini sejalan dengan program ‘Gowa Bersih’ yang terus kami canangkan,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Paccalayya Management, Muh. Alifka Ashari menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Gowa yang telah hadir dan mendukung penuh penyelenggaraan Festival Merah Putih 2025, yang berlangsung mulai 7 hingga 26 Agustus 2025.

“Terima kasih kepada Pak Wakil Bupati serta seluruh jajaran Pemkab Gowa atas dukungannya. Terima kasih pula kepada para pelaku UMKM yang telah memeriahkan festival ini,” ujarnya.

Alifka menambahkan, Festival Merah Putih tahun ini tidak hanya menyuguhkan hiburan semata, namun juga berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif seperti talkshow, pertunjukan seni budaya, diskusi komunitas, hingga berbagai lomba 17-an.

“Kami ingin festival ini menjadi wadah yang tidak hanya meriah, tapi juga bermakna, sebagai bentuk kontribusi anak muda dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif dan inspiratif,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, Anggota DPRD Gowa, Abdul Razak Dg Lewa, Kepala Dispenda Gowa, Ketua DWP Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis, serta jajaran pimpinan SKPD Lingkup Kabupaten Gowa.(FZ)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV