JALURINFO.COM, MAKASSAR – Personel Patroli Perintis Presisi Samapta Polrestabes Makassar kembali menggelar patroli skala besar dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu dini hari (5/7/2025). Patroli ini menyisir sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polrestabes Makassar guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Dipimpin oleh Aipda Rizal Adam dari Satuan Samapta, patroli menyasar sejumlah ruas jalan utama seperti Jl. Mappanyukki, Jl. Dr. Sam Ratulangi, Jl. Pajonga Dg Ngalle, Jl. Bulukunyi, Jl. Mongisidi, Jl. Sungai Saddang, Jl. Veteran Selatan, Jl. AP Pettarani, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Andi Tonro, Jl. Dg Tata, hingga Jl. Kumala.

Sasaran utama patroli meliputi tindak kejahatan jalanan yang dikenal dengan 3C (Curas, Curat, dan Curanmor), aksi balap liar, perkelahian antar kelompok, serta gangguan kamtibmas lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas tak hanya menyisir jalan utama, tetapi juga lorong-lorong kecil yang dianggap rawan. Pemeriksaan badan terhadap pengendara mencurigakan dilakukan secara selektif, serta penghentian dan penggeledahan terhadap kendaraan di titik-titik tertentu.

Selain tindakan preventif, patroli juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Pengendara yang tidak menggunakan helm atau melawan arus lalu lintas ditegur dan diarahkan untuk tertib. Sementara kelompok pemuda yang nongkrong hingga larut malam diminta membubarkan diri dan kembali ke rumah demi menjaga ketertiban umum.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Wahiduddin, menjelaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pihak kepolisian dalam merespons keresahan masyarakat terhadap potensi kriminalitas malam hari.

“Patroli rutin ini terus kami lakukan untuk menekan angka kriminalitas serta memberikan rasa aman kepada warga, khususnya di malam akhir pekan. Kami imbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor jika melihat hal mencurigakan,” ujar AKP Wahiduddin.

Patroli Perintis Presisi akan terus digencarkan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus wujud komitmen Polrestabes Makassar dalam menciptakan suasana kota yang aman, tertib, dan nyaman untuk seluruh warganya.

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV