JALURINFO.COM,- Dalam hidup, kita sering kali merasa terjebak di antara apa yang kita ketahui dan apa yang kita rasakan. Pengetahuan kita, yang didapat dari pengalaman dan pendidikan, seolah-olah menawarkan solusi rasional untuk setiap masalah. Namun, tidak jarang perasaan justru membanjiri logika itu, menenggelamkannya dalam lautan emosi yang tak terukur. Inilah saat ketika apa yang kita ketahui menjadi tidak berdaya melawan apa yang kita rasakan.

Kita tahu apa yang seharusnya benar. Kita paham langkah yang logis untuk diambil, pilihan yang bijak untuk dipilih. Namun, hati sering kali bergerak dengan caranya sendiri, mengikuti jalur yang tidak dipandu oleh pemahaman atau logika. Ada saat di mana keputusan yang tepat secara intelektual terasa begitu salah di dalam hati. Ini adalah pertarungan antara pikiran yang mencari kepastian dan perasaan yang justru menolak segala kepastian itu.

Fenomena ini sering terjadi dalam hubungan, karier, dan keputusan hidup lainnya. Kita tahu, misalnya, bahwa melepaskan sesuatu yang tidak sehat bagi kita adalah keputusan terbaik. Tetapi rasa keterikatan, kasih sayang, atau bahkan ketakutan sering kali menahan kita. Meskipun logika kita berteriak untuk melangkah pergi, perasaan kita tetap menginginkan untuk tinggal.

Begitu juga dalam situasi lainnya—kita mungkin tahu bahwa mengambil risiko besar dalam karier atau kehidupan bisa memberikan hasil yang lebih baik di masa depan. Namun, rasa takut, ketidakpastian, dan kekhawatiran tentang masa depan bisa membuat kita menahan diri, membiarkan emosi memimpin keputusan kita, bukan logika.

Mengapa ini terjadi? Salah satunya karena emosi dan logika berasal dari bagian otak yang berbeda. Logika beroperasi dari bagian rasional, sementara emosi berasal dari bagian yang lebih primitif, bagian otak yang telah ada sejak masa awal evolusi manusia. Ketika emosi bergejolak, ia dapat menguasai pikiran yang paling rasional sekalipun, membuat kita merasa lumpuh meskipun kita “tahu lebih baik.”

Namun, konflik ini tidak harus dilihat sebagai kelemahan. Ada kekuatan yang luar biasa dalam perasaan, sesuatu yang tidak dapat diukur hanya dengan pemahaman rasional. Emosi memberikan warna dan kedalaman pada pengalaman kita, membantu kita melihat dunia dari sudut pandang yang lebih kaya. Meskipun logika menawarkan stabilitas, perasaan memberikan makna.

Pada akhirnya, meskipun apa yang kita ketahui terkadang tak berdaya melawan apa yang kita rasakan, keduanya memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Mungkin, yang kita butuhkan bukanlah untuk sepenuhnya memihak salah satunya, melainkan menemukan harmoni antara keduanya—membiarkan logika memandu kita, tetapi tidak mengabaikan suara hati yang memberikan arah bagi jiwa.

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV