JALURINFO.COM, GOWA, – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Gowa kembali menggelar kegiatan jalan santai yang diikuti oleh ribuan masyarakat.

Kegiatan ini dilepas langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, Darmangsyah Muin di Taman Sultan Hasanuddin, Jalan Tumanurung Sungguminasa, Minggu (10/8).

Dalam sambutannya, Bupati Husniah menyampaikan kegiatan jalan santai ini bukan hanya sebagai bentuk perayaan HUT RI, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan persatuan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Gowa.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas di antara kita semua. Semangat kebersamaan ini yang menjadi kekuatan utama dalam membangun Gowa yang lebih maju di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, bahwa momentum HUT ke-80 RI harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

“Seperti hari ini meskipun cuaca tampak mendung tapi tidak menurunkan semangat kita dalam pelaksanaan jalan santai ini ,” tambahnya.

Olehnya dirinya berharap melalui kegiatan ini akan meningkatkan hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gowa sekaligus menjaga kebugaran jasmani.

Sebagai bentuk kemeriahan pada jalan santai ini, Pemerintah Kabupaten Gowa menyiapkan berbagai hadiah doorprize seperti umrah, sepeda, sepeda listrik, kulkas, televisi, dan berbagai hadiah menarik lainnya.

Salah satu masyarakat yang turut serta mengikuti jalan santai, Abdul Azis mengaku sangat antusias karena dilaksanakan gratis dan terbuka untuk umum.

“Alhamdulillah sangat bersemangat apalagi ada banyak doorprize dan gratis. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan di Kabupaten Gowa,” harapnya.

Adapun rute yang dilalui pada jalan santai ini, masyarakat start dari Taman Sultan Hasanuddin Jalan Tumanurung lalu belok kiri ke Jalan Sultan Hasanuddin terus ke Jalan Andi Mallombassang belok kiri ke Jalan Sirajuddin Rani hingga Jalan Basoi dg Bunga dan finish kembali di Taman Sultan Hasanuddin.

Jalan santai ini turut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Forkopimda Gowa, Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Jeneberang, Muh Khaerul Aco, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Amdi Tenri Indah Darmawangsyah, Ketua DWP Kabupaten Gowa, Suryanti Andy Azis dan para Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.(NH)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV