JALURINFO.COM, LUTIM,- Bupati Luwu Timur, H. Budiman Meresmikan Gedung Baru Kampus A Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Pascasarjana Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Minggu (21/07/2024).

Mengawali sambutannya, Bupati H. Budiman mengucapkan selamat serta apresiasi atas pencapaian yang telah diraih Universitas Andi Djemma atas peresmian kampus baru yang merupakan langkah penting dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tana Luwu.

Untuk memajukan sektor Pendidikan di Tana Luwu, kata Bupati, diperlukan kerjasama dan komitmen dari para pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah daerah dan juga penyelenggara dan pemerhati di bidang pendidikan.

“Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan di daerah ini. Bantuan pendidikan yang berikan adalah bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan bahwa generasi muda di Tana Luwu mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas,” katanya menambahkan.

Menurutnya, perguruan Tinggi sebagai pusat pengembangan keilmuan, melalui penelitiannya diharapkan dapat melahirkan inovasi-inovasi yang berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat dengan semua potensi yang dimiliki.

Ia juga menambahkan, Pembangunan Gedung Baru Kampus A ini tidak hanya sekadar penambahan fasilitas fisik, tetapi juga simbol dari komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah ini.

“Universitas Andi Djemma dapat menjadi pelopor kemajuan untuk menghasilkan penelitian dan inovasi yang memiliki nilai tambah bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Tana Luwu,” ujarnya.

Dengan hadirnya Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Pascasarjana, Budiman berharap dapat melahirkan generasi muda yang berkompeten, berwawasan luas, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan, memenangkan persaingan dan kompetisi global yang sekarang ini semakin sengit.

“Kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang menempuh pendidikan di kampus ini, manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat. Semoga apa yang kalian pelajari di sini dapat menjadi bekal yang berharga untuk membangun bangsa dan daerah tercinta ini,” pesan Bupati Budiman.

Peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita ini pun ditutup dengan pemberian cinderamata dan melihat-lihat gedung yang sudah di resmikan. (ay/prokopim/ikp-humas/kominfo-sp)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV