JALURINFO.COM, Makassar, — Pemerintah Kelurahan Bulurokeng bersama warga Villa Mutiara Jelita RW 12 menggelar rapat sosialisasi pengelolaan sampah pada Kamis malam (30/4) pukul 20.45 WITA.

Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Bulurokeng, Muh. Mahar, S.STP., M.Si, pengurus RW 12, para Ketua RT1, RT 2, dan RT3, tokoh masyarakat, serta warga kompleks Villa Mutiara Jelita.

Dalam arahannya, Lurah Bulurokeng menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani persoalan sampah. Ia mengimbau agar masyarakat mulai menerapkan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga sebagai langkah awal perubahan sistem pengelolaan sampah.

“Saat ini, kondisi sampah masih bercampur antara organik dan non-organik. Pola ini perlu diubah secara bertahap melalui kesadaran bersama. Jika tidak dimulai dari sekarang, maka upaya perbaikan akan sulit terwujud,” ujar Lurah Bulurokeng.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pembiasaan memilah sampah dari rumah tangga diharapkan dapat menjadi budaya yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Untuk itu, peran aktif RT/RW dalam melakukan edukasi dan sosialisasi menjadi sangat penting.

Sebagai bagian dari solusi konkret, masyarakat didorong untuk membuat lubang biopori atau sistem Teba (Tempat Ember Bawah Tanah) di lingkungan masing-masing. Sampah organik, khususnya sisa makanan basah, diarahkan untuk dikelola melalui metode tersebut guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dalam sesi diskusi, warga juga menyampaikan berbagai masukan. Di antaranya usulan pembentukan sistem pengelolaan sampah mandiri di dalam kompleks serta pembentukan bank sampah sebagai upaya peningkatan nilai ekonomis dari sampah non-organik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan, serta mampu mengurangi beban pengangkutan sampah ke TPA. (zdn)