JALURINFO.COM, MAKASSAR – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kota Makassar semakin memperketat pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan menjelang lebaran dengan harga yang tetap stabil dan pasokan yang mencukupi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus memimpin pelaksanaan Pengawasan Terpadu Pemerintah Kota Makassar dalam rangka mengantisipasi dinamika harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.
Kegiatan tersebut diawali di Pasar Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Jalan Sultan Alauddin, Kamis (12/3/2026). Setibanya di lokasi, Munafri menyusuri lorong-lorong pasar, berjalan dari satu lapak ke lapak lainnya untuk memantau secara langsung kondisi perdagangan bahan pokok di tingkat pedagang.
Ia terlihat berdialog langsung dengan para penjual, menanyakan perkembangan harga serta memastikan ketersediaan sejumlah komoditas utama yang banyak dibutuhkan masyarakat menjelang lebaran.
Beberapa komoditas yang menjadi perhatian di antaranya beras, minyak goreng, daging ayam, telur, hingga kelapa yang menjadi bahan penting dalam berbagai kebutuhan rumah tangga selama akhir Ramadan dan jelang Idul Fitri.
Tidak hanya menanyakan harga, Munafri juga mendengarkan langsung keluhan para pedagang terkait pasokan barang dan kondisi penjualan selama Ramadan.
Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperoleh gambaran nyata kondisi pasar sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
Usai memantau harga bahan pokok pangan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan sidak yang dilakukan bertujuan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok sekaligus melihat secara langsung kondisi daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri.
Menurutnya, dari hasil pemantauan di Pasar Pabaeng-baeng, sebagian besar harga komoditas masih berada dalam kondisi relatif stabil meskipun ada beberapa yang mengalami kenaikan.
“Memang ada beberapa yang mengalami kenaikan, tapi masih dalam tahap yang wajar. Seperti harga ayam misalnya, masih relatif normal. Yang kenaikannya cukup tinggi itu cabai merah,” ujar Munafri, usai berdiskusi sama pedagang.
Ia juga menilai aktivitas pasar menjelang H-8 Idul Fitri masih belum terlalu padat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lonjakan aktivitas belanja masyarakat kemungkinan baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Melihat kondisi di pasar ini masih agak slow. Di H-8 ini pasar belum terlalu sesak. Tapi secara umum yang terkontrol oleh pemerintah semuanya berjalan sangat baik,” jelasnya.
Munafri juga menemukan adanya beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga, salah satunya kelapa.
Penurunan tersebut, kata dia, dipengaruhi oleh kebijakan larangan ekspor yang berdampak pada melimpahnya pasokan di dalam negeri.
Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti bawang mengalami kenaikan. Namun menurutnya, kenaikan tersebut masih dalam batas toleransi mengingat permintaan masyarakat menjelang lebaran diperkirakan akan meningkat cukup signifikan.
“Beberapa komoditas seperti bawang memang ada kenaikan, tapi ini masih dalam batas toleransi karena kebutuhan masyarakat minggu depan pasti akan meningkat,” katanya.
Wali Kota juga memberi perhatian khusus pada stabilitas harga telur. Ia menilai komoditas tersebut menjadi salah satu bahan yang paling banyak dibutuhkan masyarakat menjelang Idul Fitri sehingga ketersediaan stok harus dijaga dengan ketat.
Terkait daya beli masyarakat, Munafri mengakui kondisinya masih relatif beragam. Berdasarkan informasi dari para pedagang.
Lanjut Appi, keterangan warga, ada yang menyebut penjualan sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, namun ada pula yang mengatakan masih stabil bahkan meningkat di beberapa tempat.
“Tapi secara umum menurut saya relatif sedikit,” tutur orang nomor satu Kota Makassar itu.
Untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran, Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Ketahanan Pangan juga terus menggencarkan program pasar murah.
Pria yang akrab disapa Appi menyebutkan, program tersebut digelar setiap hari di sembilan titik berbeda di berbagai wilayah Kota Makassar.
“Kami gelar pasar murah di sembilan titik setiap hari untuk memastikan masyarakat punya alternatif harga yang bisa menjadi acuan. Ini juga menjadi cara pemerintah mengintervensi pasar agar harga tidak melonjak dan memberatkan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran pasar murah ini dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjadi instrumen pengendalian harga di pasar.
“Mudah-mudahan ini bisa sedikit membantu masyarakat dan juga bisa mengontrol harga yang ada di pasaran,” pungkas Munafri.
Setelah melakukan pemantauan di pasar tradisional, Munafri bersama jajaran tim pengawasan terpadu Pemerintah Kota Makassar kemudian melanjutkan sidak ke salah satu pusat perbelanjaan modern, yakni Hypermart di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang. Dilanjutkan mengecek pasar murah di kantor Lurah Panaikang.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga baik di pasar tradisional maupun ritel modern menjelang Idul Fitri. (*)
