JALURINFO.COM, GOWA, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melakukan Rehabilitasi pada TK Melati Sungguminasa yang merupakan binaan TP PKK Kabupaten Gowa.

Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis di Jalan Beringin Tinggimae, Jum’at (6/9).

Bupati Adnan mengatakan rencana awal dilakukannya rehabilitasi gedung TK Melati ini untuk memberikan suasana nyaman bagi anak yang sekolah ditempat tersebut sekaligus memberikan warisan yanh baik sebelum masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gowa, Abdul Rauf Malaganni dan Ketua maupun Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Mussadiyah Rauf berakhir.

“Rehabilitasi ini dilakukan karena merupakan binaan dari PKK sekaligus di akhir-akhir masa jabatan kami, kita ingin memberikan sebuah legacy atau warisan yang baik. Mudah-mudahan anak disini nyaman untuk bersekolah, bermain dan ada kenang-kenangan yang baik bagi anak-anak kita. Sama dengan rumah jabatan, Posyandu, TPA, kantor bupati kita renovasi sehingga nantinya pelanjut kami sudah nyaman, aman menikmati apa yang diwariskan untuk Kabupaten Gowa yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ia berharap melalui rehabilitasi atau renovasi gedung ini dapat melahir generasi unggul yang akan berdampat baik terhadap Kabupaten Gowa di masa yang akan datang.

“Renovasi gedung ini terakhir pada tahun 2002, oleh karena itu hari ini kita lakukan rehabilitasi, mudah-mudahan kedepan pembelajaran yang ada di tempat ini semakin baik dan sekolah/TK Melati mampu mencetak sumber daya manusia yang baik, unggul, maju, berkualitas, di masa yang akan datang,” harap orang nomor satu di Gowa ini.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufik Mursad mengatakan kegiatan pembangunan rehabilitasi Gedung TK Melati Binaan PKK Gowa ini merupakan proses pemulihan dan peningkatan kondisi fisik bangunan yang telah mengalami kerusakan atau penurunan kualitas.

Dimana pada tahun 1992 TK Melati mulai didirikan dan pada tahun 2002 pernah mendapatkan bantuan pembangunan kelas baru sebanyak tiga buah.

“Kegiatan pembangunan ini akan dilaksanakan mulai September -Desember 2024 yang diharapkan nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membina peserta didik kita,” sebutnya.

Peletakan batu pertama ini turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Mussadiyah Rauf, dan Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.(NH)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV