JALURINFO.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kelurahan Paccerakkang terus mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui uji coba pemilahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Bosowa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.

Lurah Paccerakkang, Henni A. Nandang, S.Sos., M.M., mengatakan uji coba ini menjadi langkah awal untuk memaksimalkan fungsi TPS3R yang telah terintegrasi dengan program urban farming di wilayahnya. Kawasan tersebut saat ini juga mengembangkan budidaya pertanian dan perikanan sehingga pengelolaan sampah yang baik dinilai penting dalam mendukung keberlanjutan program.
“Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah. Alhamdulillah, hasilnya cukup baik. Namun masih ditemukan sampah organik, seperti kulit pisang dan dedaunan, yang tercampur dengan sampah residu. Artinya, edukasi kepada masyarakat masih perlu terus diperkuat,” ujar Henni.
Ia mengapresiasi peran Ketua RT, Ketua RW, serta para penyuluh yang selama ini aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah. Menurutnya, tingkat pemahaman warga diperkirakan telah mencapai sekitar 70 persen, namun edukasi secara berkelanjutan tetap diperlukan agar kebiasaan memilah sampah semakin menjadi budaya di lingkungan masyarakat.
Selain menjadi sarana evaluasi, kegiatan tersebut juga memberikan pembekalan kepada tenaga pemilah di TPS3R Paccerakkang agar proses pemilahan sampah dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan.
Henni menjelaskan, hasil uji coba menunjukkan adanya penurunan volume sampah residu yang cukup signifikan. Jika sebelumnya sampah yang diangkut dari masyarakat mencapai dua unit kendaraan viar, setelah dilakukan pemilahan jumlahnya berkurang menjadi satu unit kendaraan yang berisi sampah residu.
Sementara itu, sampah sisa makanan hampir tidak lagi ditemukan karena telah dimanfaatkan melalui program urban farming dan kegiatan pengomposan yang dikelola oleh RT dan RW. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dari sumber dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.
Melalui kolaborasi dengan mahasiswa KKN Tematik Universitas Bosowa, Pemerintah Kelurahan Paccerakkang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah terus meningkat sehingga TPS3R Paccerakkang dapat menjadi salah satu percontohan pengelolaan sampah terpadu di Kota Makassar.
(**)
