JALURINFO.COM, MAKASSAR,- Selama kurang lebih 6 tahun, Prof Halide, boleh dikata istirahat total di rumahnya di jalan Kandea. Gangguan kesehatannya, menyebabkan sulit ditemui. Dia sulit diajak berkomunikasi. Dalam suatu pertemuan di Universitas Fajar, Prof. Sadli menyampaikan bahwa Prof.Halide, masuk rumah sakit Unhas. Beberapa hari kemudian, tersiar berita bahwa Prof. Halide telah dipanggil yang maha Kuasa, meninggal dunia pada hari Sabtu, bertepatan dengan hari ke 29 Ramadhan.

Prof.Halide lahir 29 September 1936. Dia menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Unhas dan memperoleh gelar Doktor bidang ilmu Ekonomi Pertanian di IPB. Dan selanjutnya menjadi guru besar, professor di Fakultas Ekonomi Unhas.

KOLUMNIS DAN MUBALLIG
Ketika saya bersama Alwi Hamu, membina koran mingguan KAMI di bawahi Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia, sekitar tahun 1967, Halide sebagai Dewan Redaksi. Ia sebagai penulis kolom yang setiap terbit selalu menghiasi halaman satu. Tulisan kolom, pendek dan menyangkut masalah aktual, selalu diikuti banyak pembaca. Waktu itu kami mahasiswa kebanyakan masih di semester tiga, sementara Halide sudah jadi dosen di Fakultas Ekonomi Unhas. Dia juga menjadi penulis editorial, kadang bergantian dengan Mochtar Pabottingi ( Almarhum). Kecintaannya ke dunia jurnalistik sangat kental, dan setiap saat dengan naik sepeda olah raga mengunjungi kantor Mingguan KAMI yang saat itu berkantor di jalan LAIYA Makassar.

Saya yang sebagai redaktur pelaksana, ketika KAMI siap cetak, menghubungi Pak HALIDE. Koran KAMI segera masuk percetakan, siapa tau sudah siap naskah editorialnya. Saya pun diminta menjemput tulisannya, yang masih sementara dipersiapkan dengan mesin tik biasa ( waktu itu belum ada komputer). Di situlah saya sering berkomunikasi dan bisa mengenalnya lebih jauh.

Kendati Pak Halide, seorang ekonom, tapi dia juga menjadi Muballig. Dia sering berkhotbah dan berdakwah agama Islam. Pernah berceramah di Istana Negara dalam suatu acara peringatan keagamaan Nuzul Al Quran. Teman diskusinya di bidang agama adalah Prof Rahman Rahim dan Ir.Nur Abdurrahman. Mereka adalah tiga sekawan yang selalu bersama. Dan ketiganya adalah Mubalig intelektual Islam yang selalu mendalami agama Islam.

REKTOR UNIFA
Suatu saat Universitas Fajar mencari rektor. Pengurus Yayasan mensyaratkan rektor UNIFA sebaiknya bergelar Professor. Kebetulan Prof Halide sudah pensiun di Unhas, maka dicalonkanlah rektor pertama UNIFA adalah Prof.Halide.

Waktu Yayasan Pendidikan Fajar, Ketua Pembina adalah M.Alwi Hamu dan saya sebagai Ketua Yayasan. Kami mengenal betul Prof. Halide sangat disiplin terutama soal waktu. Dia paling anti yang namanya jam karet. Setiap ada acara, harus tepat waktu. Kalau lewat waktunya, dan acara belum mulai dia meninggalkan tempat. Karena itu kalau ada acara, kami semua sudah hadir sebelum waktu jadwal yang tercantum dalam undangan. Disiplin dalam soal waktu yang dipraktekkan Prof. Halide karena memang dalam ajaran agama, waktu itu sangat bernilai. Termasuk menegakkan shalat lima waktu. Nilai paling tinggi ibadah adalah mengerjakan pada waktu tepat dan lebih awal. Mungkin dasar itulah yang membuat Prof Halide sangat tegas dalam menghargai waktu dan itu menjadikan kita maklum. Kebiasaan lama pun, dengan sistem jam karet, berkat Prof Halide, bisa juga berubah total.

PAKAR EKONOMI SYARIAH
Kalau ada pencarian di Sulsel yang dianggap pakar atau ahli soal ekonomi Syariah, maka Prof. Halide lah orangnya. Dia paling sering mengikuti seminar ekonomi syariah baik dalam negeri maupun luar negeri. Termasuk mengikuti program pengembangan ekonomi syariah di Mekkah dan di Islamabad, Pakistan. Karena mendalami masalah ekonomi syariah, maka di mana mana ikut mengkampanyekan menabung di bank syariah.

Prof Halide adalah orang yang paling getol dan tegas dalam pendiriannya bahwa dana haji harus digunakan oleh pemilik dana. Tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain. Dana haji yang jumlahnya sudah trilyunan itu, Prof Halide lah yang paling keras meminta kepada Pemerintah agar dana haji disimpan di bank Syariah.

Masih banyak aktivitas lain yang digeluti Prof Halide, termasuk menjadi Ketua Dewan Pendidikan, jadi Ketua Badan zakat dan pernah menjadi atase Pendidikan Indonesia di Saudi Arabia. Kegiatan lainnya yang kesemuanya bermanfaat bagi masyarakat umum dan syiar agama Islam.

Kini kita telah ditinggalkan Prof. Halide. Kita kehilangan seorang tokoh yang boleh dikatakan tokoh yang engkap. Tokoh berkemampuan sempurna, Pendidik, pendakwah, penulis, intelektual. Seorang ilmuwan yang memang dibutuhkan di segala lapisan masyarakat.
Ya Allah terimalah arwah alamarhum. Bukakanlah pintu seluas-luasnya menghadapMu. Ampunilah dosanya dan terimalah segala amalannya. Tempatkan lah di tempat yang mulia di sisiMu xxx

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV