JALURINFO.COM, MAKASSAR, — Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa meninjau langsung aktivitas Posyandu Era Baru Nusa Indah II di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Senin (19/05/2025).

Melinda disambut hangat Camat Tallo Ramli Lallo, Ketua TP-PKK Kecamatan Tallo Salmiah Ramli, seluruh lurah se-Kecamatan Tallo, serta jajaran petugas Puskesmas Kaluku Bodoa.

Kunjungannya kali ini, untuk mengecek penerapan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, sosial, trantibum, perumahan rakyat dan pekerjaan umum.

Tak hanya itu, Melinda juga langsung memantau jalannya pelayanan Posyandu. Apakah sesuai dengan standar lima langkah utama yaitu pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan, dan pelayanan kesehatan yang berlangsung tertib.

“Tinjauan ini untuk memastikan hak-hak masyarakat dalam menerima penanganan di Posyandu. Apakah berjalan dengan baik dan benar secara standar yang telah ditentukan,” ucapnya.

Melinda juga konsen terhadap sarana dan prasarana yang ada. Menurutnya, ruang Posyandu sempit perlu diperluas agar dapat menampung lonjakan kunjungan warga.

“Prasarana perlu diperluas agar warga merasa nyaman dan pelayanan bisa maksimal, apalagi antusiasme kunjungan sangat tinggi,” katanya.

Untuk itu, Melinda berkomitmen akan berkordinasi dengan Pemkot Makassar serta pihak terkait untuk menyusun strategi perluasan.

“Kami kaji opsi renovasi atau penambahan bangunan semi permanen agar tidak mengganggu layanan yang berjalan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Melinda juga memberikan apresiasi. Ia menilai semangat dan kekompakan kader Posyandu Era Baru Nusa Indah II menjadi kunci tingginya partisipasi masyarakat.

“Pertahankan semangat gotong royong ini karena kader adalah ujung tombak layanan kesehatan dasar,” pesannya.

Menutup kunjungan, Melinda berharap Posyandu Era Baru Nusa Indah II menjadi percontohan bagi Posyandu lain di Makassar.

“Kita dorong model pelayanan yang ramah, lengkap, dan berbasis data agar manfaat Posyandu benar-benar dirasakan oleh masyarakat, serta Posyandu ini dapat menjadi role model Posyandu lainnya di Kota Makassar,” pungkasnya.(*)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV