JALURINFO.COM, MAKASSAR — Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Makassar, almarhum Drs. Andi Muhammad Yasir, M.Si, Sabtu (28/2/2026).
Di tengah duka mendalam, jajaran Pemerintah Kota Makassar berkumpul di kediaman pribadi almarhum di Jalan Andi Mangerangi No. 5C, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bertindak sebagai pembina apel pelepasan jenazah. Dengan penuh khidmat, ia memimpin upacara penghormatan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas pengabdian almarhum selama mengemban amanah di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Almarhum yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar itu dikenal sebagai sosok pekerja keras, tenang, dan berdedikasi tinggi. Kurang lebih 37 tahun mengabdi sejak diangkat sebagai CPNS pada 1 Maret 1989, kepergiannya meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan kerja dan masyarakat yang pernah merasakan kiprah pengabdiannya.
Dalam amanahnya, Munafri menyampaikan rasa kehilangan yang begitu besar atas berpulangnya salah satu putra terbaik birokrasi Kota Makassar.
“Almarhum dikenal sebagai aparatur sipil negara yang pekerja keras, loyal, dan memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan,” ujar Munafri.
Menurutnya, almarhum tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga pribadi yang ramah dan mampu menjembatani komunikasi lintas sektor. Sepanjang kariernya, Andi Muhammad Yasir pernah mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari camat di sejumlah wilayah, kepala dinas di beberapa perangkat daerah, hingga dipercaya sebagai Asisten I sejak 2021.
“Beliau adalah ASN yang penuh dedikasi. Sosok yang mudah bergaul, mampu membangun koordinasi, serta bertanggung jawab, baik sebagai pejabat publik maupun sebagai kepala keluarga,” tambahnya.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat, ditandai dengan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan untuk dishalatkan di Masjid Raya Makassar, kemudian dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Panaikang, Kecamatan Panakkukang.
Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Munafri juga menyampaikan empati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan serta mengajak seluruh jajaran Pemkot Makassar untuk melanjutkan cita-cita dan pengabdian yang telah dirintis almarhum.
“Sepeninggal beliau, menjadi kewajiban kita semua untuk melanjutkan pengabdian dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Di hadapan para pelayat yang terdiri dari unsur Forkopimda, pimpinan OPD, ASN lingkup Pemkot Makassar, serta tokoh masyarakat, Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf apabila semasa hidup almarhum terdapat kekhilafan.
Andi Muhammad Yasir meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah menjalani perawatan intensif di RSKD Dadi Makassar.
Almarhum merupakan lulusan Strata 2 (S2) Universitas Gadjah Mada dan pernah menerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun pada 2009 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya sebagai aparatur negara.
Kebersamaan seluruh jajaran pemerintah dalam prosesi tersebut menjadi cerminan penghormatan terakhir atas pengabdian panjang seorang pamong senior yang telah mendedikasikan hidupnya bagi Kota Makassar. (*)
