JALURINFO.COM, MAKASSAR — Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar bekerja sama dengan PT Bhima Mitra Prima menggelar Pelatihan Vokasi Nasional Tailor Made Training Batch 3, dengan program pelatihan pembudidayaan sayuran menggunakan sistem hidroponik ( 15/9/26)

Pelatihan tersebut berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 September 2026. Kegiatan ini diikuti masyarakat umum dan merupakan bagian dari program yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Pelatihan menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi masyarakat melalui keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha maupun peluang kerja baru.

Direktur PT Bhima Mitra Prima, Abdul Haris, mengatakan peserta yang mengikuti pelatihan berjumlah kurang lebih 80 orang yang terbagi dalam lima kelas.

Menurut Haris, pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan pembudidayaan sayuran dengan sistem hidroponik, tetapi juga memberikan berbagai keterampilan lain yang dapat mendukung pengembangan usaha masyarakat.

“Untuk menumbuhkan UMKM yang ada di Kota Makassar khususnya dan masyarakat Sulsel pada umumnya, kami ingin meningkatkan kompetensi masyarakat,” ujar Haris.
Ia menjelaskan, peserta juga mendapatkan keterampilan membuat roti dan kue , selain mempelajari cara menanam sayuran secara hidroponik dengan baik serta teknik perawatannya.

Haris berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri sehingga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat.

Selain mendorong pertumbuhan UMKM, program pelatihan tersebut juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran.
“Harapannya, keterampilan yang didapat bisa dikembangkan menjadi usaha dan membuka lapangan pekerjaan baru sehingga dapat menyerap tenaga kerja,” katanya.


Pelaksanaan Tailor Made Training Batch 3 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi masyarakat melalui pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang usaha di masyarakat.

Dengan keterampilan di bidang hidroponik, pengolahan pangan sehat, serta pengembangan usaha, peserta diharapkan mampu memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi. (zdn)