JALURINFO.COM, MAKASSAR- Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan selaku Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 2 (SMADA) Makassar Angkatan 2004 kembali mengenang masa sekolah menengahnya melalui Reuni 2 Dekade Smada 2004 Makassar di Hotel Four Points By Sheraton, Makassar, Minggu (9/6) malam.

Pada reuni tersebut, dirinya bersama seluruh alumni 2004 menggunakan pakaian seragam SMA putih abu-abu sebagai salah satu cara bentuk kekompakannya.

“Hari ini kita napak tilas, 20 tahun yang lalu kita sama-sama berseragam putih abu-abu seperti ini dan melihat bahwa kita ini masih cocok dipakaikan baju sekolah. Itu menunjukkan bahwa alumni SMA Negeri 2 Makassar khususnya angkatan 2004 selalu kompak dalam bingkai kebersamaan diantara kita semuanya,” ungkapnya.

Adnan menyebut, reuni ini sebagai salah satu cara untuk terus menjaga hubungan emosional dan memperart silaturahmi antara sesama alumni khususnya angkatan 2004. Sehingga dengan konsep layaknya kembali ke sekolah dengan bertajuk “disaat kita bersama” ini semakin memperlihatkan euforia dalam pelaksaaan reuni.

“Hari ini adalah sebuah sejarah bahwa kita ternyata akan kembali ketemu setelah 20 tahun. Ini tentu menjadi sebuah kebanggaan karena beberapa yang hadir ada yang datang dari Jakarta, ada yang datang dari berbagai tempat dah tidak berdomisili di Makassar hanya untuk bisa bertemu, menjaga silaturahmi, dan hubungan emosional di antara kita,” jelasnya.

Ia berharap melalui Reuni 2 Dekade SMADA 2004 Makassar dapat menginspirasi bagi angkatan lain sehingga kedepan reuni-reuni yang lebih besar dapat terlaksana bersama seluruh alumni Smada Makassar secara keseluruhan.

Sementara Ketua Panitia, Budi Kurniawan mengatakan jumlah alumni SMADA 2004 Makassar sebanyak 390 orang, dimana yang hadir saat ini sebanyak 170an orang.

“Alhamdulillah yang hadir saat ini cukup banyak, dan sebagai cara kita untuk menjaring semua alumni 2004 itu adalah kita meluncurkan sebuah website yang terkoneksi di antara kita semua sehingga terus menguatkan tali persaudaraan kita,” katanya.

Pada reuni ini seluruh alumni mengikuti berbagai games, dimana sebelumnya telah dibagi sesuai kelas masing masing semasa sekolah, mulai dari IPA 1-6 dan IPS 1-3. Bahkan untuk menampah keseruannya panitia menyiapkan berbagai doorprize salah satunya motor, sepeda hingga bucket uang dan ditutup dengan penampilan penyanyi Ady Ex Naff.(NH)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV