JALURINFO.COM, LUTIM,- Bupati Luwu Timur, H. Budiman, mendampingi Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Fakrulloh, Pj. Sekda Provinsi Sulsel, A. Darmawan Bintang, Direktur PT. Vale Indonesia, Tbk (PTVI), Febriany Eddy beserta beberapa Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Selatan dan direksi PTVI menikmati suasana Danau Matano yang berada di Kecamatan Nuha, Minggu (04/08/2024).

Pada kesempatan tersebut, Pj. Gubernur
mengaku kagum dengan keindahan Danau Matano yang airnya cukup jernih dan pemandangannya yang sangat memanjakan mata.

“Suasana Danau Matano sangat luar biasa dan uniknya danau ini berada di areal pertambangan nickel PTVI yang merupakan salah satu perusahanan tambang terbaik di Indonesia,” ucapnya Pj. Gubernur kagum.

Pj. Gubernur merasakan takjub dengan kondisi alam di Kab. Luwu Timur yang hingga saat ini masih terjaga kelestariannya meski berdampingan dengan kegiatan pertambangan PTVI.

“Hal tersebut menjadi nilai positif bagi PTVI dan Pemerintah Daerah Kab. Luwu Timur dalam memenuhi standar pengelolaan tambang yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” jelas Zudan.

Bupati Luwu Timur, H. Budiman mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pj. Gubernur Sulawesi Selatan ke Sorowako, Kecamatan Nuha, guna menyaksikan secara langsung dan tentunya menjadi nilai positif bagi pemerintah daerah untuk terus berkomitmen bersama PTVI dalam menjaga kelestarian alam sekitar wilayah tambang.

Pada kesempatan ini, rombongan Pj. Gubernur juga menyusuri Danau Matano dari Yacht Club Sorowako menggunakan kapal raft menuju beberapa spot-spot wisata unggulan Danau Matano, diantaranya Mata Buntu dan Kampoeng Taipa sambil menikmati santap siang. Pj Gubernur bahkan menyempatkan vlogging di Danau Matano yang akan diupload di akun media sosialnya. (ul/prokopim/ikp-humas/kominfo-sp)

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV