JALURINFO.COM, BULUKUMBA— Calon pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba Periode 2024-2029, akan dilantik sebagai pimpinan definitif pekan ini. Pelantikan dan pengambilan sumpah akan dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Bulukumba.

Tiga pimpinan DPRD Bulukumba yang akan dilantik dan diambil sumpahnya, yaitu Umy Asyiatun Khadijah sebagai ketua, Fahidin HDK dan Syahruni Haris masing-masing sebagai wakil-wakil ketua.

Sebelumnya, komposisi tiga pimpinan DPRD Bulukumba ini, diumumkan dan ditetapkan melalui rapat paripurna DPRD Bulukumba, pada Rabu (18/9). Rapat paripurna dipimpin oleh ketua sementara DPRD Bulukumba, Dr. Supriadi.

Kepala bagian (Kabag) Keuangan DPRD Bulukumba, Muh. Rifai membenarkan rencana pelantikan dan pengambilan sumpah pimpinan DPRD Bulukumba dalam waktu dekat.

Kepastian jadwal pelantikan pimpinan DPRD Bulukumba, katanya, setelah pihaknya berkoordinasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Bulukumba dan Pjs Bupati Bulukumba.

“Insya Allah tanggal 10 Oktober pelantikan dan pengambilan sumpah pimpinan DPRD Kabupaten Bulukumba,” kata Rifai ketika dikonfirmasi Berita Kota Makassar, Ahad (6/10).

Rifai mengatakan, surat keputusan (SK) Gubernur Sulsel tentang pimpinan DPRD Bulukumba terbit di awal Oktober. Ia lebih jauh menjelaskan terbitnya SK dengan rencana pelantikan, durasi waktunya sekira sepekan.

“Selain pimpinan dan anggota DPRD Bulukumba, pelantikan juga rencananya akan dihadiri Pjs Bupati Bulukumba, unsur Forkopimda Bulukumba, para kepala OPD, sekretariat DPRD Bulukumba, dan para keluarga pimpinan yang diambil sumpahnya,” ujar Rifai.

Calon ketua DPRD Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah menyatakan kesiapannya untuk menjalani pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut. Bagi politisi perempuan PKS ini, menjadi ketua DPRD Bulukumba adalah amanah yang harus diemban dengan baik.

“Insya Allah kami akan berupaya maksimal menjaga amanah rakyat. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda Bulukumba untuk bekerja demi kepentingan rakyat,” jelas Umy.

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV