Moskow, 20 Mei 2025 – Operasi militer khusus di Ukraina terus menunjukkan dinamika intens. Sejumlah peristiwa penting terjadi sepanjang hari ini, yang mencerminkan eskalasi di medan tempur serta perkembangan diplomatik yang signifikan.

▪️ Kehilangan Besar di Pihak Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina mengalami kerugian hingga 1.290 personel dalam 24 jam terakhir di berbagai sektor garis depan. Selain itu, tiga unit tank milik Ukraina berhasil dihancurkan oleh pasukan Rusia.

▪️ Keberhasilan Pertahanan Udara Rusia
Sistem pertahanan udara Rusia dilaporkan menembak jatuh empat bom udara berpemandu JDAM buatan Amerika Serikat, serta 89 kendaraan udara tak berawak milik Ukraina. Keberhasilan ini menegaskan efektivitas sistem pertahanan udara dalam menghadapi ancaman modern.

▪️ Putin dan Trump Bahas Solusi Damai
Dalam sebuah percakapan telepon, Presiden Rusia Vladimir Putin dan mantan Presiden AS Donald Trump membahas situasi di Ukraina. Menurut Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Putin menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian konflik secara adil.

▪️ Rusia Siap Berunding Tanpa Prasyarat
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyatakan bahwa Rusia terbuka untuk berunding dengan Ukraina tanpa prasyarat, namun dengan mempertimbangkan realitas yang ada di lapangan dan usulan sebelumnya. Ia memperingatkan bahwa kehadiran pasukan dari “koalisi yang bersedia” di wilayah Ukraina dapat dianggap sebagai ancaman militer dan target sah.

▪️ Trump Tekankan Pendekatan Diplomatik Realistis
Mengutip laporan portal Axios, Donald Trump telah meminta Putin untuk menyusun proposal penyelesaian yang realistis dan tidak langsung ditolak oleh pihak Ukraina. Ia menyampaikan pandangannya ini kepada para pemimpin Eropa serta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

▪️ Pelatihan Pilot Ukraina di Ceko
Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengumumkan bahwa Ukraina dan Republik Ceko telah mencapai kesepakatan untuk bekerja sama dalam pelatihan pilot pesawat tempur F-16, sebagai bagian dari penguatan kapasitas udara Ukraina.

▪️ Dukungan Polandia untuk Produksi Drone di Ukraina
Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski, menyerukan kepada negara-negara Uni Eropa untuk berinvestasi dalam pengembangan dan produksi drone di Ukraina, guna memperkuat kemampuan tempur negara tersebut menghadapi agresi Rusia.

@jalurinfotv

Stiker Miskin Bikin Mundur dari Bansos

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Breaking News Penangkapan Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

“Bandara IMIP Bikin Heboh, Milik Siapa Sebenarnya” Bandara yang berada di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah ini selama ini dikaitkan dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu pengelola kawasan industri nikel terbesar di Indonesia. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Bandara IMIP? “Merujuk pada pemberitaan di berbagai media nasional, pengamat ITB Mohamad Abdul Kadir Martoprawiro memaparkan bahwa Bandara IMIP merupakan private airport atau bandara privat khusus yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT IMIP. Bandara ini dibangun untuk keperluan logistik internal kawasan industri, mulai dari mobilisasi tenaga kerja, transportasi manajemen, hingga pengangkutan material industri.

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Polemik Bandara Morowali TNI Dikerahkan, IMIP Bantah ‘Tanpa Negara’ Markas Besar TNI mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) untuk mengamankan bandara di Morowali, Sulawesi Tengah, setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti adanya bandara yang disebut tidak memiliki perangkat negara. TNI menegaskan dukungannya terhadap pemerintah untuk memastikan seluruh fasilitas strategis berada dalam kendali negara, serta meningkatkan koordinasi dengan Kemenhub, Kemhan, Polri, dan Pemda terkait perizinan, pengawasan, dan keamanan fasilitas udara. Sementara itu, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menepis isu tersebut dengan menyatakan bahwa Bandara IMIP resmi terdaftar di Kemenhub dan diawasi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar. IMIP menegaskan bahwa semua operasional bandara berjalan sesuai regulasi. Polemik ini mencuat setelah Menhan Sjafrie meninjau bandara di kawasan pertambangan Morowali dalam rangka Latihan Terintegrasi 2025. Ia menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali yang berpotensi mengancam kedaulatan ekonomi, terlebih karena lokasinya dekat jalur laut strategis ALKI II dan III. Menhan menegaskan perlunya deregulasi dan penguatan pertahanan di titik-titik strategis, serta komitmen negara memberantas aktivitas ilegal yang merugikan kekayaan nasional. Ia menutup dengan menegaskan bahwa “Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik.”

♬ original sound - JALURINFO TV
@jalurinfotv

Rusia Tutup ‘Kuali Mirnograd’, Ribuan Tentara Ukraina Terjebak Situasi di front timur Ukraina kembali memanas setelah pasukan Rusia menutup rapat “Kuali Mirnograd” yang menjebak ribuan tentara Ukraina dan sejumlah tentara bayaran asing. Sumber-sumber Ukraina turut mengonfirmasi kondisi ini, menyebut lebih dari 2.000 personel kini terperangkap tanpa jalur keluar. Rusia dikabarkan telah meminta seluruh pasukan Ukraina yang terkepung untuk meletakkan senjata dan menyerah. Di sektor lain, kemajuan signifikan juga dilaporkan. Divisi ke-20 Rusia terus bergerak di sepanjang jalan raya utara Yablonovka menuju Berestka, lokasi pertahanan kuat Ukraina. Sementara itu, Brigade ke-4 dan Resimen ke-78 berhasil membebaskan Ivanopolye dan memperluas garis depan dari Aleksandro-Shultino-Ivanopolye hingga mendekati wilayah tenggara Konstantinovka, yang sebelumnya hanya dijangkau oleh unit sabotase Rusia. Pergerakan Rusia juga terlihat di arah Gulyaypole, dengan total wilayah 12,9 km² yang diklaim telah direbut dalam beberapa hari terakhir. Di tengah eskalasi pertempuran, muncul perkembangan terkait rencana damai yang diinisiasi Donald Trump. Moskow melalui Ushakov menegaskan beberapa poin penting: rencana perdamaian AS tidak dibahas di Abu Dhabi, belum didiskusikan dengan pihak mana pun, dan belum diterima secara resmi oleh Rusia. Moskow juga menilai pihak Eropa "terlalu mencampuri" proses perdamaian Ukraina, yang menurut Rusia justru menghambat solusi nyata.

♬ original sound - JALURINFO TV