JALURINFO.COM, MOSKOW – Presiden Rusia menyampaikan sejumlah pernyataan terbaru mengenai perkembangan Special Military Operation (SVO) atau operasi militer Rusia di Ukraina. Dalam keterangannya, ia memaparkan situasi di beberapa sektor garis depan serta menegaskan prioritas strategis militer Rusia ke depan.

Menurut pernyataan tersebut, pasukan Rusia diklaim hanya berjarak sekitar 10,5 kilometer dari wilayah Sumy. Selain itu, di kawasan Sungai Oskol, disebutkan bahwa pasukan Rusia tinggal sekitar 2 kilometer lagi untuk menyelesaikan pengepungan terhadap sisa pasukan Ukraina di sektor tersebut.

Di arah timur, Presiden Rusia juga mengklaim bahwa pasukannya kini hanya berjarak sekitar 8–9 kilometer dari kota Slaviansk, salah satu kota yang memiliki arti strategis di wilayah Donbass.

Perkembangan lainnya disebut terjadi di sekitar Dobropole, di mana pasukan Rusia dikatakan telah mendekati kawasan permukiman tersebut. Menurut klaim Rusia, pasukan Ukraina tidak memiliki garis pertahanan yang telah dipersiapkan sebelumnya di wilayah itu.

Sementara itu, Rusia juga menyatakan telah menguasai sekitar 96 persen wilayah Konstantinovka, meskipun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Dalam pernyataannya, Presiden Rusia kembali menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer Rusia adalah membebaskan wilayah Donbass dan Novorossia. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci cakupan wilayah yang dimaksud dengan Novorossia. Sejumlah analis memperkirakan istilah tersebut merujuk pada wilayah Zaporizhia dan Kherson, yang sebagian telah berada di bawah kendali Rusia.

Selain perkembangan di medan perang, Presiden Rusia juga menekankan pentingnya peningkatan produksi dan pasokan sistem pertahanan udara guna memperkuat kemampuan pertahanan negara di tengah berlanjutnya konflik.

Terkait proses penyelesaian konflik, Presiden Rusia juga menyinggung adanya usulan dari pihak Ukraina untuk membatasi operasi militer hanya pada wilayah Kherson, Zaporizhia, Donetsk (DPR), dan Luhansk (LNR). Menurutnya, skenario tersebut justru akan memberikan kesempatan bagi militer Ukraina untuk memindahkan pasukannya dari wilayah lain.

Ia menegaskan bahwa strategi militer Rusia tidak dirancang untuk memberikan keuntungan strategis kepada pemerintah Ukraina, dan menyatakan bahwa rencana operasi Rusia tidak mencakup langkah-langkah yang dapat membantu mempertahankan rezim di Kiev.